Baru masuk Indonesia, Nicepay yakin bisa jadi nomor wahid

20 April 2016

Merdeka.com - Nicepay, provider penyedia layanan all in one transaksi online payment, resmi melenggang ke pasar Indonesia. Dina Kim, CEO Nicepay Indonesia, mengatakan, tertariknya masuk ke pasar Indonesia lantaran masih banyaknya potensi yang bisa digarap di sektor payment gateway.

Hal itu, kata dia, bisa dilihat dari perusahaan yang serupa di Indonesia masih sedikit jika dibandingkan dengan asal negaranya, Korea Selatan. Sementara itu, pengguna mobile internet di Indonesia tumbuh pesat hingga 22 persen dari tahun 2014 hingga 2015 lalu, bertambah dari 55 juta pengguna ke lebih 67 juta pengguna.

Diprediksikan juga, tahun ini akan tumbuh 25 persen atau menjadi 84 juta pengguna mobile internet. Maka dari itu, dirinya sesumbar jika bisa menjadi nomor satu di negeri ini.

Indikatornya, berkaca dari negara asalnya di mana mereka selama bertahun-tahun telah memimpin pasar online payment di Korea Selatan. Namun sayangnya, ia tak menjelaskan secara gamblang mengenai strategi yang akan dilakukan untuk menjadi nomor satu di Indonesia.

"Sebenarnya, saya kira, pasar payment gateway Indonesia kalau bandingkan dengan Korea Selatan belum begitu banyak. Di Korea Selatan, lebih dari 30 perusahaan yang serupa. Sementara di Indonesia masih sedikit," jelasnya saat konferensi pers peluncuran Nicepay di Indonesia, Jakarta, Rabu (20/4).

"Apalagi, perusahaan e-commerce di sana ada kurang lebih 2000 perusahaan. Sehingga, kami optimis masuk pasar Indonesia," imbuhnya.

Selain itu, Nicepay diyakini memiliki keunggulan dibandingkan kompetitornya, di antaranya jaminan tingkat keamanan, dukungan platform semua bank transfer dengan teknologi multi-acquiring untuk success rate yang tinggi, dukungan data center dengan zero downtime dan Automatic Verification System (AVS) untuk kemudahan transaksi bagi pelanggan saat melakukan transfer melalui ATM tanpa harus memberikan konfirmasi pembayaran lagi.

[bbo]
Published by
Baru masuk Indonesia, Nicepay yakin bisa jadi nomor wahid